Rabu, 04 Agustus 2010

Cari Setoran Lebaran

Sore ini saya kebetulan pergi ke Marina Plasa di kawasan Margorejo Surabaya untuk membeli anti virus. Waktu ngobrol sama si penjual, dia bercerita bahwa tadi siang ada seorang pembeli yang sibuk mencari antivirus untuk corporate. Alasannya barusan kantornya didatangi polisi.

Ceritanya si polisi melakukan sweeping komputer yang ada di kantor itu dan diperiksa seluruh keaslian softwarenya. Namun karena memang semua komputer memang menggunakan software asli, jadi mereka tidak menemukan alasan apa2 untuk menyalahkan. Sampai akhirnya salah satu polisi melihat bahwa komputer-komputer di kantor itu menggunakan antivirus AVIRA yang free personal edition.

Jadilah masalahnya : oknum polisi tersebut mempersoalkan software antivirus yang personal dipakai di kantor. Menurut si polisi hal itu merupakan pelanggaran karena peruntukan personal dipakai untuk corporate. Lisensi antivirus yang untuk corporate harus menggunakan yang berbayar. Karena kalah gertak, akhirnya si pemilik perusahaan terpaksa buru2 ke Marina untuk membeli antivirus yang 20 PC. Cuma kembali lagi pertanyaannya, harus lisensi yang corporate atau boleh yang paketan semacam itu?

Ujung dari pembicaraan itu adalah bahwa setiap menjelang lebaran, selalu polisi suka cari-cari masalah dengan melakukan sweeping dan mencari salah dari setiap sweeping. Sampai-sampai para penjual mendapat pemberitahuan dari kalangan pengelola MALL atau milis komunitasnya untuk berhati-hati menjelang Lebaran dan menghindari mengambil posisi yang beresiko.

Masalahnya, kalau penggunaan program FREE yang jelas-jelas menuliskan 'use at your own risk' masih diurusin boleh dan tidaknya, rasanya setiap langkah kita bisa jadi salah. Punya rumah yang dijadikan kantor bisa jadi salah karena tidak sesuai dengan peruntukannya. Hati-hati yang menggunakan barang tidak sesuai dengan peruntukannya, bisa dipersoalkan lho. Kursi adalah untuk duduk, kalau dipakai sebagai meja bisa dipidana lho entar. Hehehe...

Cuma saya menjadi prihatin aja bahwa ternyata di mata masyarakat, wajah kepolisian Indonesia memang bukan mengayomi tapi memang tukang resek yang suka cari-cari masalah. Rasanya pihak kepolisian harus mengubah pola pendekatannya menjadi mendidik dan mengayomi dan bukan sekedar mencari duit untuk setoran lebaran. Dan semoga deh kita menjadi lebih berhati-hati dan siap untuk menghadapi masalah yang melibatkan aparat kita. Dan semoga kita tidak terus menerus harus memandang wajah kepolisian kita dengan wajah yang suram semacam ini.

** Udah ah, buruan kabur sebelum dipersoalkan juga tulisan ini....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar